Enam Guru Dikirim Ke Negeri Kangguru

 Headline, SINTANG
Enam Guru didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sintang Marcues Afen Audiensi ke Bupati Sintang

Enam Guru didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sintang Marcues Afen Audiensi ke Bupati Sintang

Sintang, MK- Sebanyak enam guru Sintang dikirim ke Australia mewakili Indonesia. Pengiriman guru ke Negeri Kangguru ini dilaksanakan melalui program Building Relationship Intercultural Dialogue and Growing Engagement (Bridge) atau pertukaran mengajar di Australia.

Keenam guru tersebut masing-masing Fransiska Wiwin Suryani, Maria Ellysabet, Gunawan, Labora Febriyanti Damanik, Benyamin Pagi, dan Misnari. Mereka terdiri dari sekolah SDN 7 Sintang, SD Panca Setia, dan SD Suluh Harapan. Tiap sekolah masing-masing mengutus dua guru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sintang Marcues Afen, mengatakan, keenam guru yang mengikuti program Building Relationship Intercultural Dialogue and Growing Engagement (Bridge) merupakan tenaga pendidik terbaik yang dimiliki Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sintang.

“Enam guru yang dikirim semua memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan karena mereka sudah melewati tes. Keenamnya sudah dinyatakan lolos,” kata Marcues Afen ketika Audiensi dengan Bupati Sintang Milton Crosby di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (29/1) kemarin.

Untuk pelaksanan seleksi sendiri dilakukan langsung oleh kedutaan Besar Australia di Indonesia, bukan Pemerintah Kabupaten Sintang yang melakukan seleksi. “Yang melakukan seleksi semua kedutan besar Australia,” imbuhnya.

Selanjutnya, keenam guru dari Kabupaten Sintang yang telah lolos seleksi nantinya akan bergabung dengan guru dari empat provinsi lain di Indonesia untuk berangkat ke Australia. “Mereka di Australia dijadwalkan selama tiga minggu bersama rombongan guru dari Kabupaten lain,” kata Afen. 

Dengan mengikuti program Building Relationship Intercultural Dialogue and Growing Engagement (Bridge) di Australia, Afen berharap para  guru bisa memperdalam ilmu selama di Australia. Hasil yang diperoleh diminta dapat disinergiskan untuk menunjang dunia pendidikan di Sintang. Tidak kalah penting yakni menjaga nama baik bangsa serta daerah. “Nanti hasilnya harus diaplikasikan,” tuklasnya.

Sementara Bupati Sintang Milton Crosby berharap para guru yang berangkat dapat menjadi duta bangsa dan Sintang di Australia. Kekayaan peninggalan budaya daerah agar dipromosikan.  :Tenun ikat Sintang jangan lupa diperkenalkan. Asal usul burung garuda, yang kini menjadi lambang negara juga tolong disampaikan,”kata Milton saat menerima audiensi keenam guru sebelum berangkat ke Australia. 

Menurut Bupati begitu berada di Australia keenam guru supaya  memberi kabar positif tentang Indonesia dan isu mengenai etnik Dayak. Penjelasan tentang Indonesia menjunjung toleransi telah terbangun dalam masyarakatnya. “Konflik agama maupun golongan tidak ada di Indonesia. Orang Dayak itu tidak benar makan manusia. Ini tolong disampaikan,” kata Bupati. 

Harapan Bupati, begitu keenam guru yang dikirim kembali ke Indonesia, bisa membuat orang Australia berkunjung ke Sintang.  Karena itu, Bupati membekali secara khusus buku tentang Sintang sebagai bahan bagi para guru selama di Australia. Bukunya berisi tentang informasi tenun ikat serta berbagai potensi kebudayaan. (jie)

3011 Total Views 2 Views Today

Related Posts