Tunjangan Sertifikasi Guru Disunat????

 Headline, SINTANG

Sintang, MK.Com

Sejumlah guru penerima tunjangan sertifikasi guru mempertanyakan pemotongan tunjangan sertifikasi yang mereka terima.Besar potongannya bervariasi dari ratusan ribu hinga jutaan rupiah. “Saya biasanya menerima sepuluh juta lebih, tapi sekarang tinggal sembilan juta seratus saja,”ungkap Anisah, guru SDN 7 Sungai Ana kepada media ini Rabu (06/06/2017)

Menurut Anisah, selama ini dia menerima tunjangan sertifikasi ini utuh tidak ada potongan selain pajak. Akan tetapi tahun ini, tunjangan setifikasi yang diterimanya untuk triwulan pertama ini berkurang mendekati angka satu juta rupiah. Kejadian seperti ini tak hanya dialami oleh Anisah sendiri, beberapa guru di sekolah tempanya mengajar juga mengalami hal yang sama.

“Guru guru yang lain setelah mengecek dan meneliti dengan benar, ternyata juga mengaku dipotong,”jelas Anisah.

Anisah mengaku sudah mencoba untuk mengkonfirmasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendapat penjelasan mengapa ada pemotongan terhadap tunjangan yang mereka terima, namun jawaban yang diberikan kurang memuaskan. “Jawaban mereka, mereka tak tau, karena uang itu ditransfer langsung dari pusat,”tambahnya.

Meski tak berharap potongan itu akandikembaliakn, akan tetapi Anisah dan teman temannya kedepan tak ingin ada lagi pemotongan. Nilainya memang nilainya tidak seberapa, hanya beberapa ratus ribu saja, akan tetapi jika semua guru penerima tunjangan sertifikasi ini di potong sebnayak itu berapa milyar jumlahnya,kata Anisah.

Terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang. Yusyinus.J ketika di konfirmasi terkait pemotongan tunjangan guru ini mengatakan, tidak benar ada potongan, dan tidak mungkin mereka melakukan pemotongan karena tunjangan itu di transfer dari pusat langsung ke rekening masing masing.

“Tidak benar itu, tidak ada pemotongan, baik itu tunjangan sertifikasi maupun tunjangan tunjangan lainnya. Kalau ada yang mengatakan kami memotongnya, logikanya dimana, karena semua dana tunjangan itu di transfer dari pusat tidak melalui kami,”katanya.

Dijelaskan Yustinus, berkuranngya uang yang mereka terima itu karena adanya kesalahan terhadap data yang di input di data dapodik sekolah. Untuk itu, guna menghidari kejadian berkurangnya dana yang di terima oleh guru, diminta para guru juga pro aktif. Tidak menyerahkan begitu saja urusan input .data ini kepada operator dapodik.

Para guru di himbau untuk proaktif melaporkan perubahan data kepegawainya kepada operator dapodik disekolahnya masing masing.

“Jangan diam saja, guru juga harus proaktif dan koperatif dengan operator dapodik sekolah,”imbuhnya.

74 Total Views 2 Views Today

Related Posts