by

43 Kepala Keluarga Desa Air Nyuruk Dapat Bantuan Rumah

Menarakhatulistiwa.com-Sintang- Bupati Sintan, Jarot Winarno, menyerahkan bantun rumah swadaya unutk warga miskin Desa Air Nyuruk, Kecamatan Ketungau Hilir, Jumat ( 23/08/2019)

Pembangunan atau bantuan rumah swadaya untuk warga miskin ini merupakan progam pemerintah untuk membantu warga miskin yang ada di setiap desa agar memiliki rumah yang layak huni.

” Program ini pada dasarnya sebagai pendorong bagi warga miskin agar dapat memperbaiki rumahnya yang rusak ,baik rusak ringan maupun rusak berat sehinga menjadi rumah layak huni”, kata Jarot.

Jarot berharap, dengan bantuan seperti ini diharapkan kepada masyarakat secara bersama – sama bisa turut membantu dan bahu membahu dalam memperbaiki rumah warga miskin, baik dalam bentuk material bangunan,dana, tenaga dan lain sebagainya.

Tujuan lain pembangunan atau bantuan rumah swadaya ini juga agar dapat menumbuhkan budaya gotong royong di masyarakat  Desa Air Nyuruk, sesuai dengan tema hari kemerdekaan tahun ini yakni SDM unggul warga desa air nyuruk maju .

Sementara itu, Kepala Dalam Dinas Perumahan Rakyat, Zulkarnaen, dalam sambutannya mengatakan, bantuan rumah swadaya ini di sesuaikan dengan kerusakan setiap rumah, jika rusak ringan mendapat bantuan sebesar Rp 6 – 7,5 juta atau dengan sebutan bantuan peningkatan kualitas (PK) sementara jika rumah rusak berat akan di berikan bantuan sebesar Rp 15 juta – 17 juta rupiah per unit atau disebut dengan pembangunan baru ( PB).

“Bantuan rumah swadaya untuk desa Air Nyuruk kecamatan ketungau hilir ini ada sebanyak 43 warga yang berhak menerima bantuan berbentuk material.”kata zulkarnen”

Selain Desa Air Nyuruk, pemerintah Sintang juga telah memberikan bantuan rumah dibeberapa daerah, di Kecamatan Ketungau Hilir.

“sudah ada beberapa desa yang sudah mendapat kan bantuan untuk rumah swadaya bagi warga miskin untuk Desa Kenuak sebanyak 42 warga,Desa Semareh sebanyak 62 warga,dan Desa telaga Kecamatan Binjai 45 warga” kata Zulkarnae.

Menurut Zulkarnaen, bantuan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat dengan mengunakan dana DAK APIRMASI tahun 2019. “tentu bantuan seperti ini tidak sembarangan kita kucur kan dan harus melalui proses yang panjang dan sesuai dengan peruntukan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan dalam katagori miskin dan melalui data yang ada dari desa tersebut “Jelas Zulkarnain. (jek)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed