by

Bupati Sintang: Kabut Asap Berdampak Buruk Pada Sektor Ekonomi

Menarakhatulistiwa.com-SINTANG-Bupati Sintang, Jarot Winarno, mengungkapkan bahwa kabut asap yang terjadi di Kabupaten Sintang ini berdampak pada 15-20 sektor akan berdampak.

“Sektor ekonomi, pertama adalah putusnya penerbangan, itu kan sangat berpengaruh, yang kedua tebalnya asap perjalanan dari Pontianak menuju Sintang itu juga akan mempengaruhi kelajuan dan sebagainya, ditambah lagi kekeringan panjang dan putusnya bbm, ini kan memperlambat transportasi orang dan barang” ungkapnya, saat melaukan rapat koordinasi penanganan Karhutla, Kamis 19/09/2019.

Jarot pun menghimbau kepada masyarakat agar masyarakat mengurangi aktifitas diluar ruangan dan jangan membakar sampah berhubung kabut asap yang masih tebal.

Diketahui selama bulan September hotspot tertinggi berada di daerah Serawai yaitu sebanyak 426 titik, disusul Ambalau sebanyak 336 titik, Kayan Hulu sebanyak 177 titik dan Ketungau Hulu sebanyak 163 titik.

Aktifitas penerbangan di Bandara Tebelian Sintang masih terganggu akibat asap yang masih menyelimuti Kabupaten Sintang. Beberapa penerbangan dibatalkan sejak beberapa hari yang lalu hingga hari ini.

Menurut pihak BMKG yang hadir pada rapat tersebut, Jarak pandang juga terpantau masih rendah yaitu sekitar 400 meter saja dan untuk kecepatan angin juga masih terpantau rendah yaitu hanya 5 knot atau sekitar 10 km/jam. Hujan sedang sampai lebat diperkirakan akan terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Sintang diatas tgl 20 September 2019, namun hujan tersebut akan mengakibatkan angin kencang misalnya puting beliung. Walaupun hujan, beberapa daerah di Kabupaten Sintang diperkirakan masih akan mengalami kekeringan. (jek)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed