by

Cegah Konflik SARA dan Radikalisme Mulai Dari Individu

Menarakhatulistiwa.com-SINTANG-Pemahaman radikalisme pada saat ini sangat rentan terhadap pemuda, seperti pelajar dan mahasiswa.

Untuk menangkal itu semua perlu dilakukan kegiatan-kegiatan yang mampu memberikan pemahaman betapa pentingnya pancasila sebagai ideologi negara. Hal ini yang dilakukan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kabupaten Sintang. Yang membuat seminar dengan tema “Meneguhkan Ideologi Pancasila Menolak Paham Khilafah dan Radikalisme” yang berlangsung di Aula STAIMA Sintang, Sabtu (25/01/2020).

Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi yang hadir sebagai pemateri pada acara tersebut menyampaikan walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran agama.

“pemahaman radikalisme tidak boleh kita beranggapakn hanya cenderung dengan salah satu agama, karena pemahaman radikalisme juga banyak dalam konteks lain,” kata Kapolres Sintang.

Pemahaman radikalisme ini juga merasa pendapatnya yang  paling benar dan tidak menerima pendapat diluar kelompok mereka. Dengan pemikiran seperti ini, menurut Adhe Hariadi juga dapat menimbulkan konflik sara. Dirinyapun mengajak untuk mencagah ini semua mulai dari diri sendiri.

“Faktor penyebab terjadinya radikalisme salahsatunya adalah kemiskinan, pendidikan, marjinalisasi, otoritarian,” ungkap AKBP Adhe Hariadi.

Dandim 1205 Sintang Letkol INF Eko Bintara Saktiawan yang juga sebagai pemateri menyampaikan, radikal tidak semua menjadi hal yang negatif, ada halnya radikal harus ada pada diri kita sendiri yaitu berfikir secara mendasar. “pada akhir-akhir ini radikal sering diartikan dalam negatif saja, padahal tidak semua pemahaman radikal itu negatif, ada juga yang posotif,” ungkapnya.

Sementara itu ketua FPIP Kabupaten Sintang Dea Kusumah Wardhana mengatakan, kegiatan ini harus menyasar pada mahasiswa, karena pada usia mahasiswa atau pelajar sangat rentan disusupi pemahamn radikal. Jangan sampai mahasiswa ini memahami agama hanya setengah-setengah.  (jek)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed