by

Jarot: Bangun Daerah Pinggirin Tekan Ketimpangan

Bupati Sintang Jarot Winarno

Menarakhatulistiwa.com-SINTANG- Pemkab Sintang terus berkomitmen membangun dari pinggiran sesuai dengan visi dan misi dipemerintahan Jarot-Askiman.

Pemkab Sintang dan DPRD Sintang bersinergi membangun akses-akses jalur darat menuju desa-desa pedalaman seperti yang ada di Kecamatan Serawai. Hal ini diungkapkan Bupati Sintang Jarot Winarno saat berdialog dengan masyarakat Desa Panekasan Kecamatan Serawai, Sabtu (15/02/2020).

“daerah ruhan kita bangun disana ada bedah rumah, lalu tempat lainya juga seperti Rantau Malam dengan dana millenium challenge acount kemarin itu di bangun PLMTH, di Lundung dan tempat lainya juga di bangun,”kata Jarot.

Selain bedah rumah, Jarot juga mengklaim telah membangun akses jalan yang menghubungkan antara desa ke desa lainnya.

Jarot juga meminta kepada masyarakat setempat untuk terus membangun komunikasi denganpemerintah daerah. “komunikasi ndak perlu juga dengan bupati, misal ke dinas perkim minta bedah rumah, ke dinas kesehatan minta fasilitas kesehatan, ke dinas pendidikan minta fasilitas pendidikan dan ke dinas-dinas lainnya juga bisa,”ujar Jarot.

Dengan diprioritaskannya pembangunan daerah terpencil ini juga dapat mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan.

“dimana kalau tahun 2016 itu penduduk miskin di Kabupaten Sintang  itumasih 10,7%, tahun 2017 naik jadi 10,22%, 2018 naik lagi 10,35%, kemudian tahun 2019 mengalami penurunan jadi 9,65%. Hal itu pun menandakan ketimpangan pendapatan ekonomi masyarakat pedalaman di bandingkan dengan masyarakat di perkotaan kurang lebih sama atau ketimpangan itu kecil. Jadi Kab. Sintang itu terbaik sekalbar di hitung dari rasio gini yakni 0,26 %,” papar Jarot.

Selain itu juga Jarot menyampaikan bahwa Pemkab Sintang bersama jajaran TNI dan Polri punya tugas bagaimana mewujudkan desa sangat tertinggal di Kabupaten Sintang yang jumlahnya 86 desa bisa menjadi desa tertinggal hingga berkembang bahkan sampai menuju desa mandiri. Di jelaskannya ada ada 5 kategori sebuah desa itu yakni desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju dan desa mandiri.

“karena desa mandiri di Kabupaten Sintang ini baru enam, desa maju 10, bayangkan dari 391 desa. Mudah-mudahan desa panekasan ini bisa menjadi desa berkembang dengan kita sama-sama memperbaiki sarana dan prasarana. Karena kurangnya disini yakni fasilitas kesehatan, nanti kita ajak dewan yang hadir ini bicarakan hal ini dengan dinas kesehatan bagaimana solusinya apakah di bangun poskesdes atau pustu,”pungkasnya. (zak)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed