by

Resmikan Rusun di Sintang, Menteri PUPR: Pembangunan Infrastruktur Prioritas Kabinet Indobesia Maju

Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimulyono didampingi Anggota DPR RI Lassarus saat meresmikan rusun di Kabupaten Sintang, Kamis (13/02/2020).

Menarakhatulistiwa.com-SINTANG-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basuki Hadimuljono, pembangunan infrastruktur merupakan prioritas dalam mengejar ketertinggalan menuju Indonesia yang lebih sejahtera. Hal ini disampaikannya saat meresmikan empat Rumah Susun (Rusun) di Kabupaten Sintang, Kamis (13/02/2020).

“pembangunan infrastruktur ini masih menjadi prioritas Pemerintah Pusat Kabinet Indonesia Maju untuk lima tahun kedepan, yang bertujuan untuk meneruskan pembangunan lima tahun yang lalu, kita lakukan ini semuanya untuk mengejar ketertinggalan dalam rangka menuju Indonesia yang lebih baik dan sejahtera”, katanya.

Selain meresmikan rusun, menteri PUPR berjanji akan mempercepat pembangunan PLBN dan pembangunan jalan perbatasan.

“nantinya akan menyambung konektivitas yang ada dipulau Kalimantan, salah satunya ialah kami akan segera membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN), kemudian jalan perbatasan, pengaspalan jalan, ini semuanya untuk meningkatkan kesejahteraan di wilayah perbatasan seperti di Sintang ini”, imbuhnya

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno tidak menyia-nyiakan kesempatan, dirinya langsung mengusulkan jalan lintas ketungau agar segera dibangun.

“seperti jalan Sintang-Semubuk sepanjang 231 Kilometer, sampai ke arah perbatasan, kemudian masih ada kebutuhan untuk anak didik kita di Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah yang membutuhkan rumah susun juga, karena siswanya banyak yang jauh dari desa untuk bersekolah, sehingga membutuhkan rusun,”ujar Bupati Sintang.

Jarot Winarno juga merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh kementerian PUPR, khususnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang.

“terasa betul Negara hadir ditengah-tengah masyarakat, banyak kegiatan pembangunan yang sudah dilakukan oleh Kementerian PUPR hadirkan di Sintang, dalam kurun 4 tahun terakhir, sudah membangun jalan parallel perbatasan sepanjan 143 kilometer di garis batas dengan Malaysia, dibangunnya akses dari kota Sintang menuju perbatasan, bantuan rangka baja jembatan ketungau II, empat buah jembatan gantung, dan hari ini pembangunan rumah susun empat buah”, kata Jarot. (zak)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed