by

Sintang Lestari Sebagai Upaya Penyeimbang Pembangunan sosial, Ekonomi, dan Pemeliharaan Ekosistem

Bupati Sintang Jarot Winarno, saat mengahadiri seminar publik Sintang Lestari, di Hotel My Home, Seni (04/11/2019)

Menarakhatulistiwa.com-SINTANG-Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Sintang menerbitkan sebuah Rencana Aksi Daerah – Sintang Lestari 2019-2021 (RAD-SL) pada 30 Agustus 2019, yang difasilitasi oleh Conservation Strategy Fund – Indonesia (CSF-Indonesia).

Sejak tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sintang menginisiasi dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak termasuk Consevation Strategic Fund (CSF)/Yayasan Strategi Konservasi Indonesia guna merealisasikan prinsip-prinsip pembangunan daerah yang berkelanjutan (lestari).

“Inisiasi dan kerjasama ini menjadi dukungan tersendiri dalam komitmen pembangunan dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) di Kabupaten Sintang. Inisiasi dan kerjasama tersebut kemudian dituangkan dalam suatu forum dan wadah Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Berbagai forum diskusi, penajaman fomulasi kebijakan, perluasan partisipasi dan koordinasi kebijakan telah dilakukan dalam wadah LTKL sebagai upaya perwujudan Kabupaten Sintang yang lestari,” ungkap Bupati Sintang Jarot Winarno.

Sebagai anggota dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), pemerintah Kabupaten Sintang menginisiasi Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk pembangunan berkelanjutan yang difasilitasi oleh tim CSF Indonesia dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan kelompok yang ada di Kabupaten Sintang.

RAD tersebut kemudian disahkan melalui Peraturan Bupati No. 66 Tahun 2019 dan menjadi landasan bagi Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk melaksanakan rencana kerja dan rencana strategis.

Beberapahal yang menjadi tantangan Kabupaten Sintang saat ini dalam mewujudkan Pembangunan Sintang Lestari adalah bahwa perekonomian Sintang masih di dominasi sektor-sektor berbasis lahan dan sumber daya alam.

“pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi sektor utama dalam dominasi ini. Selain sebagai penyumbang terbesar di PDRB Sintang, paling banyak menyerap tenaga kerja, baik di sektor formal maupun informal,” terang Jarot.

Namun trend pertumbuhan sektor utama ini terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kekhawatiran yang muncul, penurunan ini patut diduga akibat semakin bekurangnya luas dan produktivitas sektor utama ini.

“dalam upaya menciptakan mencapai visi Sintang Lestari, pemerintah Kabupaten Sintang harus mengimplementasikan langkah-langkahyang telah dimuat di dalam RAD-SL tentang beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti angka kemiskinan yang masih tinggi, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rendahnya pertumbuhan ekonomi, infrastruktur yang belum memadai, kurangnya fasilitas kesehatan dan pendidikan, degradasi lingkungan, ekonomi yang lemah, dan kedaulatan lokal yang rendah,” kata Jarot.

CSF-Indonesia akan melanjutkan perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Kabupaten Sintang dan mengawalRAD-SL menuju implementasi SDGs. Dengan kemitraan ini, CSF-Indonesia akan terus mendorong dan mendampingi pemerintah Kabupaten Sintang untuk menghasilkan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, dan sejalan dengan SDGs yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia. Beberapa program kerja CSF Indonesia untuk dua tahun kedepan adalah memfasilitasi pemerintah Kabupaten Sintang dalam menyusun dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang bersinergi antara RPJMD dan RTRW, membantu proses penyusunan dokumen teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022-2027, dan Rencana Tata Ruang & Wilayah (RTRW) 2022-2030.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed