by

Terdapat 1.000 Lebih Kasus HIV/Aids Di Sintang

ilustrasi

Menarakhatulistiwa.com-SINTANG-Dari tahun 2006 lalu ada sekitar 1000 lebih jumlah kasus HIV/Aids terdapat di Kabupaten Sintang, hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harysinto Linoh. Sementara ini ada penambahan kasus dari Januari- Juli  tahun 2019 ada 22 kasus hal ini mengingatkan pada fenomena gunung es yang didapat hanya di permukaan namun dibawahnya belum diketahui makin lama makin banyak.

Atas kondisi tersebut pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang beresiko tinggi ,masyarakat yang beresiko tinggi yang dimaksud merupakan petugas kesehatan sebab itu dia menganjurkan untuk rutin  memeriksakan HIV/Aids  di klinik VCT ,klinik VCT tersebut adanya di rumah sakit .

“Saya mengimbau kepada masyarakat beresiko tinggi ,untuk rutin memeriksakan HIV/Aids secara rutin di klinik VCT dan klinik VCT ini adanya di rumah sakit umum RSUD Sintang ,datang saja kesana terbuka untuk umum ,”imbau Harsyinto Linoh.

Disebutkanya sipenderita HIV /Aids dilihat dari golongan  umur penderita HIV positif itu mayoritas golongan usia muda dan usia produktif ,usia 15-30 an nah tidak menutup kemungkinan juga ditemukan HIV positif pada kalangan pelajar SMA maupun SMP.

“Ada satu dua yang ditemui tersandung kasus HIV pada pelajar ,pelajar pelajar ini ditemukan memang melakukan kasus – kasus penyimpangan seks sual ini rentan terhadap kasus HIV ,sebab itu Saya mengimbau semua aspek baik dari aspek agama,pendidikan ,aspek kesehatan ,aspek keluarga dan aspek lingkungan untuk selalu memberikan pemahaman tentang HIV apa apa saja yang tidak boleh dilakukan dan bagaimana cara penularanya .

Dari banyaknya Kasus HIV yang ada di kabupaten Sintang ini, menurut harsyinto Linoh, belum  terdeteksi semua, karena kurangnya tenaga medis.

“kita Dinkes punya penjangkau HIV turun kelapangan tugas mereka menjangkau pekerja komersil ,PSK di penginapan-penginapan dites ada yang positif tetapi tenaga kita hanya 10 orang jadi tak mampu menjangkau sekabupaten Sintang ,”ujarnya.

Ditambahkan Sinto bahwa dulu belum semua kecamatan yang ada HIV ,sebab itu masyarakat harus lebih berhati hati dan waspada ,lebih mendekatkan diri kepada agama,kepada pendidikan ,peran keluarga juga sangat penting melalui narkoba ,melalui penyimpangan seksual  HIV juga bisa masuk. (jek)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed